Disaat dua insan saling mencintai dunia berasa hanya milik berdua, begitulah pepatah mengatakan. Ketika kita merasakan cinta itu hadir kita harus merasakan nya dan jangan pernah menolak akan datangnya cinta. Berani mencinta yaa harus berani untuk merasakan sakit hati, kalau mau bahagia yaa harus susah dulu "berakit-rakit kehulu, bersenang-senang kemudian. Disaat cinta itu hadir, bahagia terasa setiap menit dan detiknya. Dunia berasa sedang memihak ke diri kita. Namun jika cinta melukai sedikit saja dihati kita rasanya perih yang sangat dalam. Yaaa.... namun cinta itu buta, walaupun sudah berkali-kali kita disakiti oleh orang yang kita cinta dan sayang namun pada kenyataan nya kita takut kehilangan orang tersebut. Karena terkadang orang yang paling kita cintai adalah orang yang paling sering menyakiti dan membuat kita kecewa.
Cinta itu bisa jadi anugrah dan bisa juga menjadi sebuah musibah, namun itu sesuai orang itu sendiri untuk menyikapinya. Setiap manusia pasti pernah merasakan manis dan pahitnya cinta, ketika orang yang benar-benar kita cintai pergi meninggalkan kita, dunia bagaikan berhenti sejenak. Sakit yang kita rasakan sangat teramat tidak bisa dilukiskan betapa sakitnya kita. Dan pasti kita berpikir "betapa kejamnya dunia ini". Namun seperti yang saya bilang "BERANI MENCINTA HARUS BERANI SAKIT HATI"
Disaat orang yang benar-benar kita cintai pergi kita baru akan menyadari betapa orang itu sangat berarti dihidup kita. Namun apalah artinya sebuah penyesalan setelah semuanya pergi meninggalkan kita? Penyesalan memang selalu ada dibelakang. Mengapa demikian? Karena manusia harus berpikir dan belajar dari segala pengalaman pahit dihidupnya.
Cinta bisa kapanpun berubah dengan cepatnya, dari benci menjadi cinta dan cinta menjadi benci. Sangat menyakitkan apabila orang yang sangat kita cintai tiba-tiba membenci kita karena sikap kita yang kita sendiri tidak tau. Namun seharusnya bisa diselesaikan baik-baik bukan melakukan sesuatiu dengan emosi. Selesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan belajarlah bersikap dewasa, karena cinta dapat mengajarkan kita bagaimana caranya untuk menjadi lebih baik. Dewasa bukan diukur dari seberapa umur kita, namun dewasa diukur dari bagaimana kita menyikapi sebuah masalah yang ada.
Ketika orang yang dulu menjadi penyebab kita tersenyum namun semua telah berubah, yang ada hanya seikat benci. Cobalah buka mata dan pikiran kita, apakah kita merasa menjadi orang yang paling benar? Apakah kita tidak pernah melakukan kesalahan? Apakah kita merasa diri kita sempurna? Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, baik itu kesalahan kecil maupun besar. Karena memang pada hakekatnya manusia diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk berubah dan memperbaiki diri.
Jauhkan sikap kita untuk membenci seseorang, jikalau kita tidak menyukai sifat seseorang cobalah untuk tidak membenci. Karena kita semua adalah makhluk ciptaan Tuhan, tak ada satupun orang yang berhak mencaci dan memaki ciptaan Tuhan, jangan merasa dirimulah yang paling sempurna, karena jika kamu merasa dirimu yang paling benar maka dirimu adalah orang yang paling salah. Jangan habiskan indahnya hidupmu hanya untuk membenci orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar