Minggu, 25 November 2012

Janji dan Harapan

Setiap orang dimuka bumi ini pasti pernah berjanji, namun pertanyaan nya pernahkah seseorang itu mampu untuk menepati segala janji-janjinya? Tanpa kita sadari disaat kita berjanji pasti ada satu pihak yang berharap agar kita menepati janjinya. Sebenarnya hukum berjanji itu boleh asalkan kita mampu menepati segala janji-janji kita, bukan hanya sekedar omongan semata. Namun dengan pembuktian bahwa kita dapat menepati segala janji kita. Sebagai contoh kecil disaat seorang anak akan melakukan ujian orang tua sering menjanjikan anak untuk membelikannya sepeda, alasan orang tua berjanji kepada anak agar anak rajin dalam belajarnya dan menginginkan anaknya mendapatkan nilai bagus, sehingga orang tua berjanji kepada anaknya tersebut. Secara tidak langsung si anak pasti berharap agar nilainya bagus dan mendapatkan sepeda.
Seperti yang kita tau bahwa janji adalah hutang, dan hutang itu WAJIB untuk dibayar. jangan pernah menjanjikan seseorang dengan apa yang sebenarnya kamu tidak mampu, karena itu akan membebani hidupmu sendiri. Terkadang orang yang berjanji pasti lupa denganjanjinya tersebut. Seandainya seseorang mengingkari janjinya mungkin tidak akan terjadi sesuatu hal yang buruk dengan pegingkaran janjo tersebut untuk saat ini, namun dosa yang akan terus menghantui hidupnya sendiri. Orang hebat adalah orang yang mampu untuk menepati segala janjinya dan berani bertanggung jawab atas segala resiko-resiko yang ada. Bahkan ada pula orang yang berjanji menyuruh orang yang dijanjikan untuk melupakan apa yang telah dijanjikan oleh dirinya sendiri. Walaupun kita dijanjikan dengan suatu hal yang meragukan, namun yang namanya dijanjikan pasti semua orang pun akan berharap yang sama, yaitu berharap orang itu menepati janjinya.
Jadilah orang yang berkomitmen tinggi dan bisa meempertanggung jawabkan apa yang pernah diucapkan. Jangan jadi seseorang yang pengecut, dengan berani berbicara banyak namun tak satupun omongan nya yang dapat dibuktika. Apapun yang kita perbuat nantinya akan kita pertanggung jawabkan dihari akhir nanti. Sebaiknya jangan berjanji jika kita tak mampu tuk menepati janji tersebut. Sekali saja kita mengingkari janji maka sudah dapat dibilang bahwa kita adalah orang yang tak layak untuk dipercaya lagi. Walaupun kita sudah meminta maaf dengan orang yang kita janjikan, namun semua yang telah diucap tidak bisa untuk di tarik kembali.
Harapan........... Harapan adalah sesuatu yang belum bisa ditebak dapat atau tidak dapatnya suatu harapan tersebut. Berharap memang boleh, namun jika berharap yang berlebihan kadang bisa menyakiti diri kita sendiri. Memang tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk berharap, karena hanya diri sendirilah yang dapat memahami perasaan yang kita punya.

Pesan dari saya :
"Jika kita berjanji dengan seseorang, tepatilah... karena kamu tidak tau orang yang kamu janjikan pasti berharap banyak kepadamu. Ingat bahwa janji adalah hutang yang harus dilunasi sampai kapanpun itu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar